Home Wisata Asyiknya Outbond Di Desa Wisata Kalibuntung

Asyiknya Outbond Di Desa Wisata Kalibuntung

286
0

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, di Yogyakarta akhir-akhir ini banyak bermunculan desa wisata dengan konsep yang beragam dan ciri khas masing-masing.

Di selatan pusat kota Yogyakarta, tepatnya di Dusun Tangkil, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat Desa Wisata Kalibuntung.

Upaya menjadikan dusun sebagai salah satu obyek wisata di Yogyakarta telah dirintis sejak tahun 2010.

Jika dari pusat kota Yogyakarta, desa wisata ini berjarak sekitar 23 kilometer.

Untuk mencapai lokasinya bisa melalui jalan Parangtritis.

Sesampainya di jalan Parangtritis km 21, anda akan menemukan pertigaan arah Pundong, dari pertigaan tersebut belok kiri.

Berjarak sekitar dua kilometer akan terdapat balai desa Srihardono, sesampainya di sana akan ada penunjuk arah yang akan membawa ke desa wisata Kalibuntung.

Sesampainya di Dusun Tangkil suasana pedesaan akan sangat terasa.

Sebuah desa dengan pepohonan yang membuat suasananya menjadi sejuk langsung akan menyambut anda.

Beragam aktivitas masyarakatnya yang sebagian besar adalah petani semakin menambah khas suasana pedesaan.

“Berbekal kebudayaan tradisional, kuliner, dan beberapa kerajinan yang dimiliki warga, kami mencoba menjadikan desa kami ini menjadi desa wisata,” ujar Eko Yulianto selaku pengelola Desa Wisata Kalibuntung.

Selain berbekal potensi yang dimiliki masyarakat Tangkil, Eko dan bersama para pemuda Tangkil menyediakan beragam kegiatan outbond.

Areal kegiatan outbound itu sendiri berada di lahan kosong diantara rumah-rumah penduduk.

Kondisi perkampungan yang cukup asri, membantu keberadaan desa wisata ini saat menerima kehadiran pengunjung.

Beragam permainan ketangkasan dan kerjasama tim telah disiapkan bagi wisatawan yang datang ke Desa Wisata Kalibuntung. Setidaknya ada 20 jenis kegiatan outbond yang disiapkan pengelola desa wisata.

Potensi kesenian masyarakat Tangkil, sepert jatilan, hadroh, beberapa jenis tarian tradisional juga dapat dinikmati para pengunjung. Kegiatan edukatif seperti pelatihan singkat membuat gerabah, telur asin, dan membuat mainan dari janur tentu sayang untuk anda lewatkan.

“Jika wisatawan datang saat masa tanam padi, mereka bisa menyaksikan bagaimana proses penanaman padi yang dilakukan masyarakat Tangkil,” ujar Eko.

Lebih lanjut dia mengatakan keseruan trecking di wilayah dusun Tangkil hingga kali Opak yang berada tidak terlalu jauh dari dusun bisa menjadi kegiatan yang sangat menarik.

Beberapa fasilas untuk menunjang kegiatan pariwisata tersedia di dusun yang terbagi dalam enam RT tersebut.

Dua buah gazebo, musala, sejumlah kamar mandi, hingga homestay tersedia di sini. Kegiatan kemah dan makrab juga sering dilakukan di dusun Tangkil ini.

“Untuk gazebonya mampu menampung hingga 150 orang. Sedang untuk homestay kami menggunakan beberapa rumah warga yang tidak ditempati. Satu rumah bisa ditempati ramai-ramai,” jelas Eko.

Eko melanjutkan wisata minat khusus ini berlaku untuk rombongan dengan minimal peserta 30 orang. Terdapat beberapa paket wisata dari harga mulai Rp. 80 ribu per orang hingga Rp.150 ribu.

“Sedang untuk kegiatan menginap, ada harganya sendiri yang biasanya kami bicarakan langsung kepada peminatnya,” pungkas Eko.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here