Home Wisata Berwisata Ke Kampung Tradisional Suku Abui di NTT

Berwisata Ke Kampung Tradisional Suku Abui di NTT

201
0

Berwisata ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tentu menjadi pilihan yang tepat. Betapa tidak, di Kabupaten yang berbatasan laut dengan Kota Dili, Timor Leste itu menyimpan begitu banyak panorama alam yang menarik.

Selain potensi baharinya yang memesona, Kabupaten Alor mempunyai sebuah kampung tradisional yang dihuni oleh 13 kepala keluarga Suku Abui. Kampung tradisional tersebut bernama Takpala, yang berada di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Barat Laut.

Kampung tradisional itu sudah menjadi aset wisata dan dianggap sebagai cagar budaya yang dilindungi dalam peraturan daerah Kabupaten Alor.

Hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam dari Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, atau sekitar 30 kilometer untuk mencapai kampung yang terletak di atas lereng bukit. Di kampung ini, terdapat 15 buah rumah adat tradisional atau rumah lopo Suku Abui.

Selain itu, ada 13 kepala keluarga atau 40 jiwa yang bermukim di kampung ini. Dari 15 rumah adat tradisonal, terdapat 13 rumah yang tak berdinding dan dua rumah ada

Dua rumah adat berdinding ini tidak semua orang bisa memasukinya, karena tempat disimpannya benda pusaka Suku Abui. Rumah adat Takpala terbuat dari bambu dan berbentuk piramida, beratap alang-alang, serta disangga oleh enam tiang yang terbuat dari kayu merah.

Di bagian atas rumah terdapat ornamen berbentuk tangan terbuka sebagai simbol permintaan berkat kepada Yang Maha Kuasa.

Banyak turis asing khususnya para peneliti yang sering datang mengunjungi kampung tersebut, para peneliti mencari orang Abui untuk meneliti, mencari bahasa aslinya dan orang aslinya, dan tempat tinggalnya.

Warga suku Abui atau Takpala pada umumnya bekerja sebagai petani dan mencari hasil hutan. Hasil hutan berupa biji-bijian dikumpulkan dan dikemas indah oleh warga, lalu dijual kepada pengunjung sebagai oleh-oleh khas Kampung Takpala.

Beberapa pengunjung juga sengaja mengunjungi kampung ini karena sangat unik dan masih alami.

Disana dari aspek linguistiknya sangat menarik dan sangat unik, sehingga menjadi salah satu tujuan penelitian khususnya peneliti dari luar negeri. Sayangnya, peneliti Indonesia belum satu pun yang tertarik meneliti aspek bahasa dari Suku Abui di sana.

Yang menarik di kampung tersebut yakni rumah adatnya, karena semuanya masih sangat natural, masih sangat terpelihara. Mudah-mudahan ini terus dijaga sehingga menambah kekayan khasanah budaya Indonesia.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here