Home Potensi Dharma Jaya Anggarkan 50 Milyar Untuk Bangun Peternakan Sapi

Dharma Jaya Anggarkan 50 Milyar Untuk Bangun Peternakan Sapi

273
0

Agar tidak terjadi kelangkaan daging sapi di Jakarta serta dapat memenuhi kebutuhan daging sapi sebanyak 50 ton per hari, PD Dharma Jaya akan membangun peternakan sapi lokal di kawasan Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Saat ini, PD Dharma Jaya sedang membuat master plan pembangunan peternakan sapi tersebut yang diharapkan rampung tahun ini. Estimasi biaya pembangunan peternakan sapiĀ antara Rp 50-70 miliar.

Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma mengatakan kebutuhan daging sapi di Jakarta cukup tinggi. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak bisa hanya menggantungkan diri dengan membeli sapi di daerah pemasok dan daging sapi impor.

“Paling tidak, langkah membangun peternakan sapi lokal merupakan langkah yang dapat membantu permasalahan ini,” kata Marina, Jumat (8/1).

Diungkapkannya, untuk kebutuhan daging sapi hanya di pasar tradional saja bisa mencapai 650 hingga 750 ekor sapi per bulan. Atau sebanyak 243.000 ekor sapi per tahunnya untuk menyuplai pasar tradisional saja.

“Ini baru pasar tradisional, belum pasar horeka (hotel, restoran, dan kafe),” ujarnya.

Sebenarnya, sudah ada lahan yang tersedia di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Lahan tersebut tanahnya sudah datar dan busa langsung dikerjakan pembangunan peternakan sapi.

Hanya saja, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi peternakan sapi lokal milik perusahaan swasta PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) di Bogor, tertarik untuk membangun peternakan sapi lokal yang lokasinya berdekatan dengan peternakan sapi PT KAR.

“Lahan yang pertama itu bagus, tanahnya sudah datar, bisa langsung dikerjakan. Tapi kita lebih ingin bangun di lokasi Rumpin. Pertimbangannya lahannya dekat dengan PT KAR. Jadi lebih mudah berkoordinasi dalam kerja samanya. Kita akan kerja sama dengan Pak Karnadi (pemilik PT KAR), LIPI, dan Menristekdikti,” ujarnya.

Lahan tersebut memiliki luas 950 hektare milik Perum Perhutani, merupakan lahan hutan produksi. Perum Perhutani sudah siap meminjamkan lahan tersebut untuk digarap menjadi peternakan sapi lokal oleh Pemprov DKI.

“Jaraknya dengan PT KAR sekitar 30-45 menitlah. Kita akan lihat dulu lokasinya untuk melihat berapa anggaran yang harus dialokasikan. Itu kan hutan produksi. Kemudian kita bikin master plan. Targetnya tahun ini dibangun,” terangnya.

Kendati belum menemukan angka pasti, Marina mengatakan pihaknya akan menganggarkan biaya pembangunan peternakan sapi lokal di Rumpin sekitar Rp 50-70 miliar.

Sumber : BeritaSatu.com

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here