Home Wisata Gencar Poromosi Wisata, Gorontalo Gunakan Konsep ABGCM

Gencar Poromosi Wisata, Gorontalo Gunakan Konsep ABGCM

247
0

Pariwisata Gorontalo terus digencarkan menggunakan pendekatan konsep ABGCM. Konsep ini merupakan bauran kerja sama antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media.

Konsep ini dinilai lebih rasional untuk mengembangkan pariwisata di Gorontalo. Sebagai daerah jalur perlintasan wisatawan dunia antara Manado di Sulawesi Utara dan Togean di Sulawesi Tengah, daerah ini memiliki potensi yang besar untuk menarik perhatian dunia. Kekayaan hayati dan budaya adalah modal besar pariwisata.

“Pendekatan pengembangan pariwisata dengan berbagai pihak ini diharapkan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gorontalo,” kata Jamal Nganro, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kominfo Provinsi Gorontalo, Rabu (13/1/2016).

Jamal memaparkan, pihaknya akan lebih mengintensifkan koordinasi dengan unsur perguruan tinggi, pengusaha pelaku bidang wisata, menggandeng komunitas dan media untuk lebih memfokuskan kegiatan promosi.

Sejumlah agenda pariwisata selama ini sudah berjalan rutin setiap tahunnya, seperti Festival Saronde, Festival Karawo, Festival Danau Limboto dan Festival Boalemo.

Berbagai agenda pariwisata ini diharapkan lebih menggaung di tingkat nasional dan internasional untuk mendatangkan wisatawan datang ke Gorontalo.

“Festival-festival yang ada selama ini harus lebih unik, khas Gorontalo dan waktunya sudah direncanakan lebih dulu sehingga akan menarik orang datang ke daerah ini,” kata Jamal Nganro.

Menurut Jamal, pihaknya sudah menyusun kalender pariwisata tahunan dan segera dikomunikasikan dengan Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Meski tidak menyebut angka dengan pasti, Jamal mengaku ada peningkatan signifikan kunjungan wisatawan ke Gorontalo, baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here