Home UKM Krisis Ekonomi, Ekspor Bunga ke Jerman Terhenti

Krisis Ekonomi, Ekspor Bunga ke Jerman Terhenti

428
0

Kegiatan ekspor bunga kering dari perajin di Kota Denpasar, Bali untuk tujuan ke Jerman, belakangan ini terhenti karena terjadinya krisis ekonomi yang melanda negara-negara Eropa. Padahal Jerman itu pasar yang potensial sekali untuk pemasaran bunga kering.

Asri Kardha, perajin bunga kering di Denpasar mulai merintis usahanya sejak tahun 1998 dengan menggunakan bahan baku dari alam. Antara lain memakai kulit jagung, daun lontar, buah lotus, buah palem, ‘keloping’ kelapa, buah kepu dan berbagai jenis buah lain yang sifatnya keras.

Bahan baku itu dicari dari berbagai daerah di Bali. Khususnya di Denpasar, Kintamani dan Bedugul. Belakangan pencarian bahan baku dilakukan dengan menggalang kerja sama dengan tukang kebun hotel, pemulung atau tukang sapu di jalanan.

Masalah bahan baku tidak pernah ada masalah, karena pasokan selalu ada. Justru faktor cuaca yang jadi masalah berhubung sekarang ini kan musim hujan. Jadi pengeringan bahan baku terkendala faktor alam.

Untuk mengeringkan bahan baku memang membutuhkan waktu dua hingga empat hari, agar bahan baku benar-benar tidak ada kandungan air. Proses pengeringan pun harus sering dilakukan berkali-kali, apalagi jika bahan baku itu melalui proses pewarnaan.

Konsumen dari Jerman lebih suka rangkaian bunga kering dengan warna natural, alami seperti di alam. Tanpa menggunakan pewarna tertentu.

Sembari menunggu kemungkinan mengekspor kembali kerajinan bunga kering ke luar negeri, Asri pun mempergiat untuk promosi ke berbagai pameran baik di Bali maupun luar daerah.

Even tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB) tidak pernah dilewatkan dan respon masyarakat sangat bagus. Asal ada produk rangkaian bunga kering baru selalu diburu. Harga terjangkau, untuk keloping kelapa yang bisa digunakan untuk tempat buah harganya Rp20 ribu. Sedangkan untuk rangkaian bunga, harganya mulai dari Rp75 ribu hingga pernah mencapai Rp2,7 juta. Harga yang terakhir untuk rangkaian bunga setinggi tiga meter, yang dipesan untuk menghias lobi hotel atau perkantoran. Rangkaian bunga berukuran tinggi ramai kalau sedang pergantian tahun atau hari raya keagamaan.

Ketika pasar domestik mulai ramai, ada permasalahan dengan pengemasan produk. Saat rangkaian bunga itu mau dikirimkan ke konsumen di luar Bali, maka memerlukan pengemasan khusus agar tiba di tempat tujuan dalam keadaan tetap bagus. Pengemasan inilah yang nilainya cukup mahal, sehingga kadang melebihi harga produk kerajinan bunga kering. Saat ini masih dicari produsen produk kemasan produk untuk diajak bekerja sama. Jika masalah kemasan sudah teratasi, maka pasar domestik bisa digenjot pemasarannya. Untuk pengiriman keluar negeri pakai kontainer jadi barang aman sampai tujuan.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here