Home Budaya Lestarikan Adat dan Budaya Gayo

Lestarikan Adat dan Budaya Gayo

754
0

Bupati Bener Meriah, Provinsi Aceh, Ruslan Abdul Gani mengajak masyarakat Gayo untuk terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya warisan leluhur sebagai jati diri daerah.

“Banyaknya masuk budaya dari luar dapat mengancam budaya Gayo. Untuk itu, kami mengajak masyarakat menjaga dan melestarikannya, sehingga adat dan budaya Gayo tidak tergerus,” kata Ruslan Abdul Gani di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Majelis Adat Gayo akan melestarikan budaya gayo, sehingga adat dan budaya di dataran tinggi Aceh tersebut tidak lenyap.

Menurut Ruslan, apa yang sudah disajikan oleh leluhur masyarakat Gayo dulu, saat ini mulai pudar seiring perkembangan zaman yang semakin modern. Dan ini sudah menjamah ke kalangan bawah.

Masyarakat GayoRuslan mengatakan, masyarakat Gayo baik yang berada di daerahnya maupun di perantauan, saat ini mulai terkontaminasi dengan pengaruh kebudayaan luar dan mulai melupakan budaya atau adat istiadat yang diwarisi oleh para leluhur.

“Orang berbicara bahasa Gayo saja mulai jarang dijumpai saat ini. Apa lagi kita berbicara dengan adat istiadat seperti pelaksanaan pesta perkawinan, sangat banyak yang berubah,” terangnya.

Lebih lanjut Ruslan mengutarakan, dirinya sangat menyayangkan memudarnya kebudayaan pada masyarakat Gayo. Padahal, kebudayaan dan adat istiadat tersebut merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

“Ke depan kami akan coba melestarikan dan membangkitkan kembali adat istiadat dan kebudayaan yang ada di Gayo. Pemerintah melalui majelis adat akan selalu mendukung pelestarian ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, masyarakat Gayo menggelar seminar ilmiah bertajuk “Sosio Masyarakat Gayo Dalam Perspektif Aceh Kekinian”. Seminar digelar untuk menemukan kembali jati diri masyarakat Gayo, baik dari sisi budaya maupun adat.

Jamhuri, ketua panitia pelaksana seminar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan kegiatan pelantikan pengurus Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh.

“Seminar ini juga dalam rangka mempererat silaturahmi sesama masyarakat Gayo di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. Masyarakat Gayo tak terpisahkah dari masyarakat Aceh secara keseluruhan,” kata dia.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here