Home Tekno Limbah Biogas Disulap 4 Mahasiswa Bernilai Ekonomis

Limbah Biogas Disulap 4 Mahasiswa Bernilai Ekonomis

342
0

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) Malang, Jawa Timur berhasil menyulap Limbah biogas menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi.

Di bawah bimbingan Dr Ary Mustofa Ahmad, keempat mahasiswa itu mampu menciptakan Paprika Manjur yang merupakan singkatan dari pakan ternak, pakan ikan, pupuk organik dan media tanam jamur.

Meskipun saat ini sudah ada produk yang sama dan dijual di pasaran, Paprika Manjur diharapkan tetap laku di pasaran karena lebih aman dan diolah dari bahan-bahan alami.

Keempat mahasiswa tersebut bernama Erina (FTP 2011), tiga mahasiswa FTP-UB lainnya yang tergabung dalam tim yang difasilitasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Dikti 2015 itu adalah Munaworoh (FTP 2011), Arif Suryo Nugroho (FTP 2013), dan Faiq (FTP 2011).

Pembuatan Paprika Manjur tersebut juga tidak membutuhkan biaya mahal, sehingga harga jualnya pun juga tidak mahal. Dengan demikian, ibaratnya sekali mendayung, dua pulau terlampaui, katanya.

Limbah yang awalnya tidak terpakai itu sekarang justru bisa dijual dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus bisa menyelamatkan lingkungan dari pencemaran limbah biogas di kawasan peternakan sapi di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu.

Pemanfaatan limbah ini dapat dilakukan dengan menggunakan spiner untuk memisahkan padatan dan cairan serta alat pembentuk pakan ikan (pellet).

Proses pembuatannya pun relatif sederhana, yakni dengan menambahkan bahan tambahan dedak dan tepung ikan sebagai campuran pakan ikan serta EM4 untuk membantu proses fermentasi limbah biogas.

Hasil dari padatan yang telah dilakukan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pakan ikan, pupuk padat dan media tanam jamur. Sedangkan hasil cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair.

Sebagian besar warga Dusun Toyomerto berprofesi sebagai peternak yang menggunakan biogas sebagai bahan bakar pengganti LPG (Liquid Petroluem Gas) dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan bakunya.

Namun, biogas tidak hanya menghasilkan gas metana yang bermanfaat sebagai pengganti LPG, tetapi juga menghasilkan masalah baru, yakni limbah dari reaktor atau biasa disebut limbah biogas.

Memang selama ini limbah biogas tidak termanfaatkan dan dibuang.  Tidak jarang warga bingung untuk membuangnya, sehingga limbah biogas yang berbentuk cair langsung dialirkan ke sungai dan kemungkinan besar juga mencemari lingkungan.

Padahal, limbah biogas masih memiliki banyak nutrisi, seperti protein dan unsur hara yang dapat dimanfaatkan kembali.

Dengan sedikit usaha, limbah yang semula tidak berguna dapat dimanfaatkan menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis.

Sekarang limbah biogas tersebut sudah diolah dan dikemas menjadi beberapa produk yang bernilai ekonomis, bahkan produknya juga sangat aman untuk ternak maupun tanaman.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here