Home Wisata Penataan Jalur Pendakian Gunung Slamet

Penataan Jalur Pendakian Gunung Slamet

257
0

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan segera menata jalur pendakian Gunung Slamet yang melalui Wanawisata Baturraden.

Segera akan dilakukan pendekatan dengan komunitas-komunitas yang mengelola wisata minat khusus di sekitar Baturraden untuk diperkuat manajemen mereka termasuk alat-alat yang mungkin bisa kita kerjasamakan terutama alat komunikasi.

Saat terjadi kecelakaan yang menimpa seorang pendaki asal Jakarta pada Ahad (17/4), salah satu kelemahannya berupa alat komunikasi karena sinyal telepon seluler atau radio komunikasi akan hilang di atas ketinggian 2.000 meter lantaran belum ada repeater atau menara transmisi. Dalam beberapa diskusi, muncul wacana pemasangan repeater oleh Dinporabudpar Banyumas di lereng Gunung Slamet pada ketinggian di atas 2.000 meter. Akan tetapi jika tidak bisa, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas pemasangan terkait repeater tersebut termasuk dengan Perhutani selaku pemilik lahan.

Segera akan dilakukan survey kembali saat pendakian pada tanggal 1 Suro yang bertepatan dengan 2 Oktober 2016 guna mengetahui kemungkinan pemasangan alat pengaman untuk merayap ke kawah yang berada di puncak Gunung Slamet. Berdasarkan pengalaman, kata dia, areal tersebut sangat licin dan batunya sering bergerak sehingga harus diamankan. Hanya saja persoalannya, batu granit yang ada di kawah itu kalau dibor boleh atau tidak, batunya lapuk atau tidak karena di sela-sela batu keluar airnya seperti pasta gigi.

Terkait managemen pendakian, selama ini telah dilakukan pendekatan dengan komunitas yang mengelola pendakian Gunung Slamet melalui jalur Baturraden, yakni Radenpala. Radenpala merupakan komunitas yang selama ini mengelola pendakian Gunung Slamet melalui jalur Baturraden meskipun dengan peralatan seadanya. Padahal jalur pendakian yang melalui Baturraden sudah cukup terkenal. Kalau dilihat, kecelakaan kemarin sebenarnya bukan pada jalur pendakiannya tetapi di batas vegetasi ke atas yang tidak ada tanaman.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here