Home UKM Sate Maranggi Sari Asih Melegenda di Cianjur

Sate Maranggi Sari Asih Melegenda di Cianjur

343
0

Selain terkenal dengan berasnya, Cianjur memiliki kuliner khas sate yang berbeda dengan Madura. Daerah dataran tinggi tersebut terkenal dengan sate Maranggi yang menggunakan daging sapi.

Salah satu sate maranggi yang melegenda di Cianjur ialah Sate Maranggi Sari Asih, pusatnya terdapat di kabupaten Cianjur. Sekitar lima kilometer dari puncak Bogor, melewati Pasar Cipanas, tepatnya setelah pertigaan Jalan Raya Pacet, Cipendawa, Kabupaten Cianjur.

Tempat yang berawal dari saung sederhana ini sempat berpindah-pindah tempat di sekitar pertigaan Pacet. Untuk menjaga kualitasnya, puluhan sate dibakar di atas arang dan tungku tradisional.

Walau seperti itu, saat ini Sate Maranggi Sari Asih telah menempati dua kavling ruko untuk menampung pelanggan setianya. Mobil dan motor berpelat F dari Bogor, B dari Jakarta, dan D dari Bandung pun memenuhi parkirannya.

Penampilannya seperti sate maranggi pada umumnya, namun dalam satu hari bisa menghabiskan lebih dari 3000 tusuk. Memiliki dua menu, yaitu sate maranggi tanpa lemak dan menggunakan lemak. Anda dapat menyantapnya menggunakan nasi, atau ketan bakar sebagai pendamping khas sate maranggi.

Satu tusuk sate meranggi tanpa lemak dihargai Rp 3.500, sedangkan untuk yang menggunakan lemak cukup Rp. 2500.

Sate pun dihidangkan di atas piring dengan balutan daun pisang. Tersedia sambal oncom di masing-masing meja sebagai saus pelengkap. Pegawainya pun akan berkeliling memberikan teh hangat, yang sangat cocok diminum di tengah dinginnya cuaca Cianjur.

Asap tipis pun mengepul seketika, saat Anda menguyur sambal oncom ke sate yang baru diangkat dari pembakaran. Saat mencobanya, rasa manis nan gurih dari potongan daging tebal sate maranggi, bercampur pedas dan asinya sambal oncom tersebut terasa istimewa.

Selain tebal, dagingnya tidak terasa keras, apalagi pilihan sate berlemak akan menambah gurihnya daging dan empuk saat digigit.

Satu balok ketan yang kering di luar namun lembut di dalam, membuat cita rasa khas kuliner ini semain terasa. Ketannya pun cocok untuk dicampur sambal oncom dengan paduan asin dan pedas.

Dalam sehari bisa lebih dari 3.000 tusuk sate yang terjual, sedangkan ketannya sekitar 500 balok per hari. Rasanya yang enak dengan ukuran daging yang besar-besar menjadikan Sate Maranggi tersebut laris manis. Oncomnya sendiri juga berbeda dengan yang lain, kalau biasanya manis tapi di kedai ini rasanya pedas asin.

Jika Anda ingin mampir ke sini, jangan khawatir masalah waktu. Kedai yang memiliki 25 karyawan ini buka 24 jam nonstop. Namun, yang penting untuk diperhitungkan ialah pengalihan arus kendaraan di puncak.

Jika Anda ingin berkunjung lewat puncak pada akhir pekan. Biasanya pagi hari jalan dibuka untuk arah Jakarta menuju Cianjur atau Bandung, hingga pukul 10.00 WIB.

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here