Home Event Temukan Peti Mati dan Souvenir Khas Toraja di ITF 2016

Temukan Peti Mati dan Souvenir Khas Toraja di ITF 2016

473
0
Pengujung memilih souvenir khas toraja, tongkonan di tempat wisata Kete Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Selasa, (18/8). Harga satu tongkonan di brendol dengan harga mulai Rp50 ribu hingga Rp1,5 juta tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. ANTARA FOTO/Darwin Fatir/pras/15.

Beragam suvenir khas Tana Toraja, Sulawesi Selatan, seperti tenun, kopi, ukiran, hingga peti Toraja, terpampang di salah satu stan Indonesia Travel Fair 2016 (ITF). Jadi, jika Anda belum punya kesempatan ke Toraja bisa datang ke ITF.

ITF 2016 berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 26-28 Februari 2016. Selain terdapat beragam stan yang menawarkan paket wisata, juga terdapat stan yang menjual suvenir khas daerah. Salah satunya daerah Tana Toraja.

Adalah Nina Djalulu dari Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) yang membuka usaha khas Tana Toraja di ITF 2016.

Sudah seharusnya Toraja punya kesempatan seperti Bali. Namun, belum banyak yang mau mempromosikan, bukan hanya ada upacara adat saja, tapi ada tenun, keindahan alamnya, kesenian musik pompang, kuliner, serta rumah adat.

Beragam barang kerajinan hingga panganan khas Tana Toraja dapat Anda dapatkan di sini. Misalnya ukiran kayu, dari mulai ukuran 40 centimeter seharga Rp 950.000, hingga 2 meter seharga Rp 17 juta. Ukiran terbesar sendiri memiliki 91 jenis ukiran asli Toraja.

Sementara untuk kain tenun, ada beragam ukuran dan motif. Misalnya ukuran dua meter dibandrol mulai Rp 160.000 hingga Rp 500.000 per potong. Ada pula kain tenun yang sudah dibuat menjadi busana dan tas. Tersedia dari kualitas medium hingga premium yang dikombinasikan dengan kulit asli.

Selain itu, di tenant ini ada suguhan kopi dan kue khas Toraja. Kue yang disuguhkan seperti kue depatori yang manis bertabur wijen juga bisa dicoba oleh pengunjung.

Di pojokan terpampang peti yang dibalut ukiran ayam khas Toraja. Peti tersebut biasanya digunakan sebagai tempat menyimpan mayat leluhur sebelum diupacarakan.

Namun, Anda bisa menggunakannya sebagai dekorasi atau tempat penyimpanan barang. Nina sendiri mengakui dirinya memang terpanggil untuk melestarikan budaya tanah kelahirannya tersebut.

Bersama suaminya yang juga asli Toraja, ia giat mempromosikan beragam keistimewaan Tana Toraja. Ia berharap dari berjualan barang-barang tersebut bisa sambil mempromosikan pariwisata Toraja sehingga nantinya pembeli dapat tertarik untuk mengunjungi Tana Toraja.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here