Home Event Tiga Wanita Muda Menari 17 Jam Non Stop Mengenang Ibu Inggit Garnasih

Tiga Wanita Muda Menari 17 Jam Non Stop Mengenang Ibu Inggit Garnasih

235
0

Sebanyak tiga orang penari wanita, yakni Tazkia Hariny N, Junaida, Restu Meiliawati Rahayu menari selama 17 jam dalam rangka memperingati kelahiran Ibu Inggit Garnasih ke-128 dan mengenalkan serta mengenang perannya yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan Ir Soekarno.

Merupakan sebuah kebanggan bisa menjadi bagian acara tersebut. Ini merupakan sumbangsih tiga wanita tersebut dalam rangka mengenang jasa-jasa Ibu Inggit.

Ketiga penari tersebut akan menari tanpa henti selama 17 jam dari pukul 07.00 WIB (14 Februari 2016) di kawasan Car Free Day Dago dan berakhir pada pukul 24.00 WIB (15 Februari 2016) di Gedung Indonesia Menggugat Kota Bandung.

Untuk bisa mementaskan tarian selama 17 jam non stop, ia dan dua temannya tidak melakukan persiapan khusus.

Mahasiswi Departemen Pendidikan Seni Tari Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung ini mengatakan jika seluruh gerakan tari yang ditampilkan pada acara tersebut merefleksikan perjuangan almarhum Ibu Inggit Garnasih selama masa hidupnya.

Tarian yang mereka bawakan tersebut merupakan cerminan kehidupan Ibu Inggit, tidak ada gerakan tari khusus.

Penari lainnya Junaida menuturkan awal mula ia dan dua orang temannya bisa terlibat dalam kegiatan tersebut karena diminta bantuan oleh Gatot Gunawan, koordinator Kelompok Anak Rakyat.

Mengenakan kebaya bermotif bunga-bunga dengan rambut disanggul, ketiga penari tersebut tampak luwes menari diantara pengunjung Car Free Day Dago Kota Bandung dan salah seorang dari tiga Penari tersebut, bergilir menari sambil memegang foto Almarhum Ibu Inggit Garnasih.

Sementara itu, Koordinator Kelompok Rakyat (Lokra) Gatot Gunawan, menuturkan dalam rangka menyambut Hari Lahir Perintis Kemerdekaan RI Ibu Inggit Garnasih ke-128, pihaknya mengadakan sejumlah rangkaian kegiatan yang berjudul “Kami Nu Neundeun Katineung Ka Ibu” (Kami yang Menyimpang Rindu Kepada Ibu Inggit Garnasih).

Diharapakn generasi muda tidak merupakan jasa-jasa Ibu Inggit dan khususnya kepada kaum wanita mampu meneladani sikap dan berjuangan beliau untuk dijadikan sebuah renungan dan cermin kehidupan.

Selain kegiatan Menari 17 Jam Non Stop oleh tiga penari utama, pihaknya juga menggelar Monolog Selama 17 Jam oleh Deska Mahardika Putri (Mahasiswa Sastra Sunda UPI Bandung) dan pameran foto jalanan tentang Inggit Garnasih serta Renungan Penyalaan Lilin Suci pada tanggal 15 Februari 2016 pukul 00.00 di Gedung Indonesia Menggugat Bandung.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here